Kegiatan Wanita Katolik RI … Kok tidak beranjak jauh?

Di tengah issue yang marak seperti : Kesetaraan Gender, KDRT, Peran Wanita Katolik dalam Masyarakat, atau yang lagi hangat saat ini : Pendidikan Politik bagi Wanita Katolik atau Caleg dari Wanita Katolik; kami menemukan tulisan yang menggelitik seperti di bawah ini.
Ironis, karena kalau betul ditemukan kejadian serupa di banyak tempat, artinya Wanita Katolik RI meski telah cukup lanjut usia (80th lebih lho!) ternyata “baru” dalam tahapan melaksanakan kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh Paguyuban Ibu-ibu Paroki.
Kami yakin, ada  WKRI (baik DPP maupun DPD/DPC/DPR) yang telah betul-betul melaksanakan kegiatan sesuai dengan visi misi dan program kerja yang telah dicanangkan, namun kurang adanya publikasi, sehingga “tidak terbaca” oleh radar awam secara luas.
Tiba-tiba pikiran nakal kami muncul …. mbak Iswanti apa ya menjadi anggota WKRI? Mbok iya, ikut membenahi gitu lho, wong ya pinter gitu kok …hehehe!
Bagaimanapun, ini perlu direnungi dan ditindak-lanjuti.
Silakan disimak ……..

 

 

“WKRI : Kok Ya Tidak Beranjak Jauh…”

Kemarin siang aku bertemu dengan seorang ibu ketua ranting WKRI di sebuah paroki besar di Jakarta Barat. Kami bertemu dan berbincang tentang kemungkinan membuat kegiatan bersama antara ibu-ibu WKRI dengan Mitra ImaDei (lembaga di mana saya aktif). Kegiatan yang kami maksudkan adalah kegiatan untuk pendidikan PRT (pekerja rumah tangga) atau biasa disebut pembantu rumah tangga.

Ibu Retno, yang menjadi ketua ranting ini menceritakan rencananya, dan bagaimana kami akan membantunya. Katanya, ”Ketika dalam pembicaraan dengan ibu-ibu WK lainnya, mereka berpesan supaya pendidikan PRT ini nantinya hanya pendidikan tambahan pengetahuan dan ketrampilan. Dan jangan bicara tentang kebijakan atau peraturan.”

Saya paham apa yang dimaksudkan oleh para ibu itu. Perbincangan kami berlanjut. Walaupun tidak banyak menjanjikan program ini akan berjalan seperti yang saya pikirkan, saya mencoba menaruh harapan. Tiba-tiba pikiran nakal saya muncul, ”Jangan terlalu tinggi harapannya nanti bakalan kecewa.”

Saya mengenal WKRI sedari kecil, karena Ibuku anggota WKRI di paroki. Masih kuingat macam-macam kegiatan Ibuku dan teman-temannya di WKRI. Mereka mengatur dan menyiapkan makan untuk pastor, menata bunga untuk misa, arisan sebulan sekali, novena, ziarah, rapat-rapat, menjadi seksi konsumsi dan mencari dana di kepanitiaan paroki, berjualan untuk mencari dana kegiatan. Itu kegiatan Ibuku sebagai anggota WKRI lebih dari 30 tahun lalu. Dan kemarin ketika aku berjumpa dengan Ibu Retno, ketika aku sendiri sudah tidak muda lagi, aktivitas ibu-ibu WKRI tetap saja hampir sama, tidak beranjak jauh.

”Mbak, kita anggotanya 50-an orang. Yang aktif separonya. Kalau kegiatan ziarah atau novena biasanya ramai. Kegiatan ya arisan, ziarah, novena, turut di kepanitiaan paroki di bagian konsumsi, sekretaris atau mencari dana. Sulit mengajak mereka melakukan kegiatan yang sifatnya sosial kemasyarakatan. Saya pernah mengajak mereka membentuk koperasi konsumsi, karena kita semua kan ibu rumah tangga yang pasti banyak kebutuhan konsumsi. Itu kan bisa meningkatkan kegiatan ekonomi kelompok. Mereka jawab, ’Aduh nanti kita tidak bisa belanja sekalian jalan-jalan di mall atau supermarket.’ Mereka padahal rajin mengumpulkan uang kalau untuk pergi ziarah. Ziarah itu sudah ke mana-mana, bahkan di WKRI cabang, ziarah ke Lourdess atau Yerusalem atau ke Roma itu program tahunan.”

Walaaah kok ya begitu-begitu saja yang dikerjakan ibu-ibu WKRI ini. Apa mereka tidak belajar dari sejarah para pendiri WKRI dahulu. WKRI didirikan dengan suatu tujuan mulia untuk mengangkat derajat dan kehidupan yang lebih baik bagi perempuan. Waktu itu malah didirikan supaya bisa secara kolektif bersuara dan berjuang untuk membantu para buruh perempuan. Dan ketika menjadi institusi besar mereka memilih jalur menjadi ”ormas” (organisasi masyarakat). Piye tho? Sayang ya dengan kekuatan besar yang dimiliki ibu-ibu WKRI dan telah menggurita dari DPP, DPD, Cabang hingga Ranting, kok kegiatannya belum sebesar nama, visi dan misinya.

Oleh : Iswanti  (www.kodratbergerak.blogspot.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: