D A R U – Dana Abadi

DARU yang merupakan singkatan Dana Abadi Ranting Ungaran telah mulai dilaksanakan oleh Wanita Katolik RI DPR Ungaran tgl. 6 Januari 2009, setelah melewati persetujuan anggota dalam pertemuan yang diadakan pada tanggal yang sama. DARU akan menjadi dana abadi milik Ranting Ungaran, yang pemakaiannya sementara (jangka pendek) untuk modal usaha di Ranting Ungaran dengan harapan nominalnya dapat semakin berkembang dan pada gilirannya dapat mengarah pada tujuan jangka panjang, yaitu mendanai kegiatan sosial Wanita Katolik RI DPR Ungaran.

 

DARU pada awalnya dibentuk karena keprihatinan pengurus akan minimnya modal usaha, khususnya untuk modal simpan pinjam. Data 3 tahun terakhir (2005 – 2008) menunjukkan bahwa dana simpanan anggota yang diterima pengurus, yang kemudian dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan, meningkat dengan amat pesat, seiring dengan meningkatnya kepercayaan kepada pengelola (pengurus). Anggota memang merasakan benar manfaat Simpan Pinjam WKRI ini. Penabung mendapat keuntungan dari bunga yang diterima pada akhir tahun, sementara Peminjam juga merasakan manfaatnya : selain ada dana yang dapat dipinjam, sebagian dari bunga pinjaman akan dikembalikan lagi pada Peminjam sebagai Jasa Pinjam.

 

Apa hubungan DARU dan Modal Simpan Pinjam?

Dana abadi ini untuk sementara memang akan dipakai sebagai modal, terutama pada bulan awal penerimaan tabungan (bulan Desember) dan bulan Mei/Juni,  bulan-bulan di mana banyak keluarga membutuhkan dana ekstra khususnya untuk pembayaran pendidikan anak.

 

Idealnya, dana abadi diperoleh dari iuran anggota, karena pada akhirnya tujuan pengadaannya adalah demi kesejahteraan anggota juga. Namun karena  kemampuan anggota di wilayah Ranting Ungaran, dan untuk tidak membebani anggota mengingat kondisi ekonomi pada saat ini, maka pengurus mencoba mencari pinjaman dari Pemilik Modal. Pinjaman ini akan dikelola oleh pengurus SimPin dan pada akhir tahun dikembalikan kepada Pemilik, sedangkan bunga yang diperoleh akan menjadi embrio (telur) DARU. Untuk tahap awal, tentulah nominalnya masih sedikit, namun pengurus percaya yang sedikit demi sedikit itu suatu saat akan menjadi bukit.

 

DARU sudah terbentuk. Karena berada di lingkup kecil, tentulah pelaksanaannya  masih sangat  sederhana. Tanpa juklak; tanpa sosialisasi yang rumit. Pasti akan sangat berbeda dengan Dana Abadi yang dikelola oleh Pusat dengan skala nasional. Namun demikian, kami berpendapat sekecil apapun itu tetap perlu dipikirkan sistem dan mekanismenya, agar dana milik anggota itu sungguh-sungguh dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: