WeKa CORNER

weka-corner1-9mar09-new

Setelah dirintis mulai bulan Januari 2009, dan ditambah dengan pemantapan dari hasil oleh-oleh Bidang Organisasi pada Konferda (Jawa Tengah) di Klaten tanggal 21-22 Februari 2009, maka Wanita Katolik RI Ranting Ungaran pada pertemuan anggota tgl. 09 Maret 2009 secara resmi membuka “WeKa CORNER”. Warung Pojok yang dikelola oleh Bidang Usaha ini antara lain menjual makanan/minuman yang dibuat oleh anggota. Selain  itu juga menerima titipan tas-dompet/bahan pakaian/dll. untuk dijual kepada anggota. Sebagian kami pamerkan di ruang ETALASE. 

weka-corner-22mar09-new-1

WeKa CORNER buka setiap hari minggu pagi, seusai misa pagi  di Gereja Kristus Raja Ungaran. Selain itu juga pada pertemuan anggota setiap tanggal 6 (atau 9) di Ruang Pertemuan GKR, dan pada saat-saat tertentu misalnya pada pertemuan antar Ranting yang diselenggarakan oleh Cabang. Rencananya, dalam setiap kesempatan yang memungkinkan kalau bisa WeKa CORNER akan hadir. Pepatah mengatakan : di mana ada gula, di situ ada semut. Bidang Usaha mengatakan : di mana ada keramaian dan kerumunan, di situ ada WeKa CORNER …… 

 

WeKa CORNER  dibentuk dengan maksud dan tujuan :  

  1. Mencoba membuka peluang usaha. Pengurus Ranting Ungaran selama ini mengalami kesulitan dalam menghimpun dana untuk membiayai kegiatan-kegiatan. Kami sebisa mungkin menghindari segala bentuk iuran yang pada akhirnya akan memberatkan anggota.
  2. Memberdayakan pengurus dan anggota, baik mereka yang membantu berjualan, maupun mereka yang mempunyai kemampuan/keterampilan (misalnya : memasak, membuat kerajinan tangan, dll) yang ingin menjadi pemasok.
  3. Menggalakkan PPUK (Pendampingan Perempuan Usaha Kecil). Sebagai catatan, PPUK ini telah berjalan dengan baik di Ranting Bergas/Girisonta, dan ini memang menjadi salah satu motivasi Ranting Ungaran membuka WeKa CORNER. Mungkin PPUK di Ranting/Cabang lain juga sudah berjalan baik?

Setelah beberapa minggu ini berjalan, tampaknya respon pengunjung/pembeli cukup baik, dan mereka mendukung keberadaan WeKa CORNER. Penjaga warung (pengurus atau anggota bergiliran) pun makin bersemangat, meski sering bingung menghitung logistik. Semoga ini bukan eforia sesaat, alias hangat-hangat tahi ayam.

Oya, ibu-ibu …. Romo Suhartana berpesan, jangan terlalu keasyikan berdagang ya, nanti bisa-bisa kita lupa dengan tujuan awalnya!  

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: