Ketika Sang Merah Putih berkibar …

Saat menerima undangan untuk mengikuti Upacara Bendera 17 Agustus 2009 mewakili Wanita Katolik RI Ranting Ungaran, dan bergabung dengan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kab. Semarang, aku sudah hampir menolak. Terus terang, takut kepanasan dan kulit jadi gosong (meski sudah gosong dari sananya!). Akhirnya aku berangkat juga bersama 5 orang ibu dari Cabang Kab. Semarang dan Ranting Ungaran, berbaris bersama Kelompok Ibu-ibu PKK dan GOW. Di sebelah kiri barisan kami ada Ibu-ibu Darma Wanita disambung barisan Ibu-ibu Bayangkari, sedangkan di sebelah kanan kami berbaris para wakil dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dan para pelajar SLTP/SLTA.

Suasana berbeda mulai terbangun saat upacara di Stadion Wujil Ungaran ini dimulai. Hati tiba-tiba tergetar saat pasukan pengibar bendera berbaris rapi dan mempersiapkan Bendera Merah Putih untuk dikibarkan. Terdengar aba-aba penghormatan. Dan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya mulai berkumandang mengiringi naiknya Sang Merah Putih, aku disergap rasa haru yang teramat sangat!

Indonesia Tanah airku, tanah tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri jadi pandu Ibuku …..

Air mata tiba-tiba mengalir membasahi pipiku, sementara mataku mengikuti Sang Merah Putih berkibar dengan gagah ke angkasa. Sudahkah Indonesia benar-benar merdeka? 64 tahun sudah berlalu, tetapi kini hidup semakin menyesakkan dada. Sandang pangan semakin hari semakin susah dijangkau rakyat kecil. Masih banyak orang yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak! Negara yang kaya raya dengan hasil alam melimpah, namun sebagian besar rakyatnya hidup miskin!

Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku. Marilah kita berseru, Indonesia bersatu!

Sudahkah rakyat Indonesia bersatu? Sudahkan bangsa Indonesia benar-benar merdeka? Kita dilecehkan oleh negara tetangga, warga kita diejek, dipermalukan, disiksa, hasil seni-budayanya dirampok …. Kenapa bangsa kita masih menderita? Lihatlah, Sang Merah Putih berkibar-kibar dengan gagah, tetapi kita sendiri belum bisa berdiri gagah dan bangga dengan negara kita!

Hiduplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku, rakyatku, semuanya ….  Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya!

Tak terasa air mata terus menggenang di mataku. Kemerdekaan yang direbut dengan susah payah oleh Pejuang kita, masihkah ada artinya…. Besarnya pengorbanan, keikhlasan dan  perjuangan mereka yang dengan rela telah mengorbankan nyawa untuk meraih sebuah kemerdekaan,  kenyataannya tidak semua mereka dapat menikmatinya. Dulu para pahlawan berjuang tanpa mengharap imbalan apapun demi meraih kemerdekaan, merebut kembali harga diri sebuah bangsa. Kini, segelintir warga negara hidup dengan bergelimang harta, sementara banyak saudara-saudara kita masih berjuang mengais rejeki, berjuang mencari sesuap nasi, berjuang untuk bisa bersekolah. Di mana keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia?

Semakin tak bisa aku membendung air mata. Ini sebuah penghayatan atau cengengkah aku?

Sudah 20 tahun lebih aku tidak pernah lagi mengikuti upacara bendera seperti ini. Tiap tahun hanya menonton dari pesawat TV, tanpa ada perasaan apa-apa. Dulu sewaktu SMA, upacara semacam ini menjadi semacam peristiwa rutin, ataukah saat itu aku belum menghayati arti sebuah upacara bendera, khususnya di Hari Kemerdekaan? Aku bersyukur saat ini berkesempatan mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI ke-64. Banyak hal yang kudapat hari itu.  Aku semakin sadar arti sebuah pengorbanan, sebuah perjuangan. Kini saatnya kita sebagai penerus bangsa, khususnya sebagai Wanita Katolik RI,  masih harus berjuang dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang kita miliki untuk mengisi kemerdekaan yang telah kita terima selama ini. Saatnya kita bertanya pada diri kita : apa yang sudah kita berikan kepada Wanita Katolik RI? Apa yang telah kita berikan pada bangsa dan negara ini?

Wanita Katolik RI Cab.Kab.Smg dan Ranting Ungaran bergabung dengan GOW

Wanita Katolik RI Cab.Kab.Smg dan Ranting Ungaran bergabung dengan GOW

Ayo Ibu-ibu .... Barisannya dirapikan! Malu tuh sama anak-anak di sebelah kita!

Ayo Ibu-ibu .... Barisannya dirapikan! Malu tuh sama anak-anak di sebelah kita!

Ada yang terharu, ada yang bangga, ada yang merenung : anakku ikut upacara apa bolos lagi yaaaa?

Ada yang terharu, ada yang bangga, ada yang merenung : anakku ikut upacara apa bolos lagi yaaaa?

Oleh : Niniek Pudji Asmono

5 Balasan ke Ketika Sang Merah Putih berkibar …

  1. kriswandaru mengatakan:

    salam hormat dan salut buat bu niniek. kemarin saya cuma dengar dari istri sepulangd ari upacara di muji, tapi hari ini baca langsung.
    sunggguh awal dari sebuah rasa nasionalismeyang tinggi, dan yang hari ini mungkin sudah kurang/tidak bermakna bagi anak-anak kita ?
    sudah saatnya anak2 kita dibekali rasa nasionalisme ini. punya ide untuk itu bu….? jadi airmatanya ngga sia-sia…
    salam buat ketus ISPI ( ikatan suami pendukung istri ) he..he…

  2. niniek pa mengatakan:

    tenang saja pak kris, sudah menjadi pemikiran kami para pengurus sebagai salah satu menumbuhkan rasa nasionalisme bagi anak-anak kita, kamu muda, kami akan mengadakan misa “indonesia negeriku” pada agustus 2010. terlalu lama ya? kata pepatah tidak ada istilah terlambat daripada tidak sama sekali khan?
    hal ini terinspirasi dari mengikuti misa “padamu negeri” yang diadakan oleh wanita katolik dpc kota semarang, yang diselenggarakan tgl. 27 agustus 2009 di gereja katedral semarang.
    wah sungguh suatu pengalaman iman yang sangat menyentuh hati saya, semua lagu-lagu kebangsaan yang sudah lama tidak saya dengar membuat bulu kuduk saya merinding….. mulai lagu pembukaan dinyanyikan tak terasa air hangat mengalir di pipi ……..
    ah emang dasar cengeng atau sentimentil tapi gak serikan kok ………
    saat itu saya temukan lagi sebuah nilai “aku cinta (produk)indonesia”

  3. kriswandaru mengatakan:

    Wah aku siap support bu…., apalagi dah jadi anggota ISPI ha…ha… oktober ada hari kesaktian pancasila yang sayang dah luntur ( kebetulan sama hari ulang tahun pandu ) yach…kalo OMK dah digarap Mr. Gerry dan tim. itu PIR masih bengong-bengong ngga ada yang urus.
    sekali-kali misa di Air terjun CURUGLAWE Ungaran. pasti top banget.

  4. Viorel mengatakan:

    Upacara bendera…? masih inget ga ya lagu INDONESIA RAYA…?
    Suskes buat WKRI Ranting Ungaran…

    • wkriungaran mengatakan:

      Ayo, bu (mbak) …. ikut upacara bendera lagi. pasti masih inget doooong?
      sukses juga buat anda ya! Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: