Reksa Pastoral : KELUARGA MENATAP ERA GLOBALISASI

Oleh : Rm. Paulus Supriya, Pr

Era Globalisasi berarti era masuk ke lingkup dunia. Peristiwa dengan segala perilakunya, entah yang baik maupun yang buruk, akan tersebar ke seluruh penjuru dunia dengan sangat cepat dan mudah. Di satu sisi era ini bisa meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, namun di sisi lain bisa menghancurkan manusia dan meradabannya.

Salah satu yang pantas dicermati adalah dampak bagi keluarga. Di satu pihak, keluarga-keluarga memang dikembangkan, namun di lain pihak keluarga-keluarga juga dibahayakan oleh era tersebut. Bagaimana keluarga harus menatap, mengenali dan menjalani era globalisasi?

Ancaman terhadap Keluarga

Era globalisasi senyatanya telah membawa informasi-informasi negatif. Dan informasi negatif ini tentu merupakan ancaman bagi keluarga. Informasi yang telah mengancam tersebut adalah sebagai berikut.

Ancaman bisa berasal dari pertama perundang-undangan yang tidak adil. Umpamanya undang-undang yang memudahkan perceraian atau menyuburkan budaya kematian. Atau tiadanya undang-undang dan kegagalan pemerintah memberlakukan undang-undang. Kedua faham atau pandangan yang tidak benar tentang keluarga. Umpamanya berkeluarga dipakai semata-mata untuk mencari kepuasan diri sendiri. Faham ini bisa merongrong konsep hidup keluarga dan makna persekutuan pria dan wanita. Ketiga situasi masyarakat yang buruk. Situasi ini bisa berupa kemiskinan dan penderitaan. Keempat ‘percobaan membangun keluarga’. hal ini bisa mengancam makna perkawinan, keluarga, keibuan dan kebapaan. Mereka hanya bersifat coba-coba dalam berkeluarga. Setelah tidak suka, mereka bercerai. Kelima gerakan feminisme ekstrim. Gerakan ini bermental anti keluarga, berideologi anti kehidupan dan tentu juga mengancam kehidupan keluarga. Keenam keutamaan manusiawi dan keluarga diganti dengan konsumerisme dan materialisme. Ketujuh situasi kependudukan. Jumlah penduduk maupun penyebarannya akan mempengaruhi situasi hidup keluarga.

Ini merupakan ancaman serius. Bila tidak segera disikapi, tidak mustahil keluarga-keluarga akan semakin mengalami ketidakpastian atau mengalami kondisi yang semakin buruk dari pada era sebelumnya.

 

Keluarga Menatap Era Globalisasi

Agar mampu menjalani hidup dalam era globalisasi, banyak keluarga di saat sekarang ini merapatkan barisan. Mereka semakin tekun mewujudnyatakan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggung jawab yang harus semakin dibumikan itu adalah pertama mengembangkan daya dan gaya hidup (spiritualitas) perkawinan. Contohnya adalah pasutri semakin saling membaktikan diri satu sama lain, berkomunikasi yang jujur, bersedia saling mengampuni. Kedua menghayati keluarga sebagai ‘kenisah kehidupan’. Keluarga bertanggungjawab melindungi dan memelihara kehidupan dari pembuahan sampai kematian alami. Perlindungan dan pemeliharaan ini bisa terwujud dengan menjadi orangtua yang bertanggungjawab. Ketiga tanggung jawab sosial. Banyak keluarga sekarang ini ikut ambil tanggung jawab sosial terhadap keluarga yang lain. Contohnya solider dengan keluarga miskin atau yang sedang menanggung beban hidup (kecanduan obat bius, dsb.). Keempat keluarga bertanggungjawab atas keputusan politis negara. Umpamanya banyak keluarga ikut memperhatikan keputusan sosial dan politis untuk peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga miskin.

 

Penutup

Menatap era globalisasi, keluarga-keluarga tidak perlu pesimis. Tuhan menyelenggarakan hidup dan perjuangan keluarga. Ia tidak akan pernah meninggalkan keluarga-keluarga dalam kesedihan maupun kegembiraan.

Karena imannya, sekarang ini banyak sekali keluarga yang tetap sadar akan potensi keluarganya yang patut dihormati dan diperkembangkan. Sekarang ini banyak keluarga memiliki komitmen yang tinggi atas kesejahteraan keluarganya sendiri maupun keluarga orang lain. Dan banyak keluarga mau mendirikan asosiasi dan membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga lain (LSM “Pro life”, gerakan kerasulan, lembaga swadaya pemerhati keluarga, baik lokal, nasional maupun internasional).

Sekali lagi, keluarga-keluarga perlu merapatkan barisan untuk lebih tekun mewujudnyatakan nilai-nilai keluarga dan menjalin kerjasama dengan berbagai keluarga maupun lembaga lain. Dan yang utama adalah semakin berani menyerahkan keluarga pada penyelenggaraan Tuhan. Tuhan adalah Tuhan keluarga. Hidup Keluarga Era Globalisasi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: