Forum

Halaman ini kami maksudkan sebagai tempat saling berbagi pengalaman, masukan/input, pertanyaan atau posting apa saja menyangkut Wanita Katolik RI. Kami yakin hal ini akan sangat bermanfaat bagi perkembangan dan update organisasi.

Salam hangat dari Ungaran nan sejuk ….

9 Balasan ke Forum

  1. budhi siswi mengatakan:

    Dear pengurus Wanita Katolik Ranting Ungaran,
    Beberapa hal yang agak membingungkan mengunai struktur organisasi adalah sebagai berikut:
    Sebagai Ormas, Wanita Katolik mengikuti struktur pemerintahan, dari DPPusat, DPD Jateng , DPC Kabupaten Semarang , DPRanting Ungaran dan yang special adanya Komling.
    Khusus mengenai ranting, ini perlu dicermati dan jangan sampai rancu dengan dengan system keparokian.

    Paroki Ungaran saat ini meliputi daerah dengan mengcover beberapa Kecamatan sbb :
    1. Kecamatan Ungaran Barat
    2. kecamatan Ungaran Timur
    3. Kecamatan Gunung Pati (untuk sebagian umat Lingkungan Yohanes Pemandi di Kr. Geneng, Pakintelan s/d Gunung Pati )
    4. Kecamatan Semarang Selatan (untuk lingkungan-lingkungan di Pudak Payung)

    Dengan posisi semacam itu, Wanita Katolik Ranting Ungaran perlu mengkaji dan berdiskusi mengenai hal-hal tersebut di atas, agar tidak terjadi kerancuan yang berkepanjangan.

    Kedepan mungkin perlu berdiskusi juga dengan Dewan Paroki, dimana dalam struktur pengurus Dewan Paroki Ungaran ada Tim Kerja Ibu-ibu Paroki, yang kegiatan utamanya adalah mengatur caos dahar buat seluruh warga pastoran. Saat ini antara kegiatan yang bersifat keparokian dan kegiatan komisariat di lingkungan berjalan bersama-sama dan tidak ada masalah, karena memang saat ini Wanita Katolik masih mengadopsi bahwa ranting sama dengan paroki.

    Jadi harapan kami, agar pengurus yang mumpung masih baru, bisa mengagendakan masalah tersebut di atas untukmenjadi bahan diskusi sampai ditingkat DPP. Karena saya yakin hal ini tidak hanya terjadi di paroki Ungaran saja.

    Terimakasih.
    Semoga bermanfaat

  2. wkriungaran mengatakan:

    Terima kasih banyak atas komentar yang sangat visioner ini.

    Tepat sekali, sebagai ormas Wanita Katolik RI mengikuti struktur pemerintahan. Anggaran Dasar (AD) psl.10 (2) mengatakan : Pembentukan tingkat Organisasi dengan sepengetahuan Wali Gereja setempat dan disetujui organisasi satu tingkat di atas : (a). Tingkat Ranting dapat dibentuk di wilayah Stasi, wilayah Lingkungan, wilayah gabungan Lingkungan atau Kecamatan di mana sekurang-kurangnya terdapat 25 (dua puluh lima) orang anggota. (b). Tingkat Cabang dapat dibentuk di tiap Paroki atau Kabupaten/Kota di mana sekurang-kurangnya terdapat 2 (dua) Ranting.

    Idealnya, Ungaran mempunyai 2 Ranting, yaitu Ungaran Barat dan Ungaran Timur. Sedangkan Kec. Gunung Pati bergabung dengan salah satu ranting di Kota Semarang, dan Pudak Payung bergabung dengan Ranting Banyumanik (bukan Kec. Semarang Selatan). 2 tahun lalu hal ini juga sudah disinggung oleh DPD dan DPC Kab. Semarang. Masalahnya, siapkah anggota (ibu-ibu) kita dengan perubahan yang drastis ini? Bisakah anggota yang tinggal di Lingkungan Yohanes Pemandi Mapagan misalnya (yang beribadat di Gereja Kristus Raja Ungaran) dengan nyaman mengikuti kegiatan/pertemuan di Ranting/Cabang Kota Semarang? Kiranya ini yang perlu disosialisasikan.

    Pengurus saat ini mewarisi “tradisi” organisasi dari pengurus masa lalu. Kami juga yakin, masalah ini tidak saja ada di Ungaran, tetapi juga di tempat-tempat lain. Yang kami lakukan sekarang adalah dengan “do our best”, antara lain menyiapkan SDM/kader dengan banyak memberi ketrampilan/pelatihan/pembekalan dalam berorganisasi pada setiap pertemuan anggota. Sehingga jika nanti pemisahan terjadi, semua diharapkan sudah siap.

    Struktur Pengurus DP (Dewan Paroki) dengan Tim Kerja Ibu-ibu Paroki, tidak masalah kan? Secara prinsip anggota Wanita Katolik RI adalah juga ibu-ibu Paroki, tetapi ibu-ibu Paroki belum tentu anggota Wanita Katolik RI. Jika sistim keanggotaan menerapkan pendaftaran anggota dan dengan diterbitkannya KTA (Kartu Tanda Anggota) … catatan : KTA Ranting Ungaran belum jadi …, kiranya batasan ini menjadi jelas. Pendaftaran keanggotaan sudah kami lakukan mulai 3 tahun lalu. Banyak juga ibu-ibu Lingkungan yang tidak mendaftar menjadi anggota Wanita Katolik. Pertemuan anggota Wanita Katolik Lingkungan yang berbarengan dengan pertemuan ibu-ibu Lingkungan saat ini bersifat saling menguntungkan. Prinsip saat ini adalah bagaimana semua ini membuat anggota nyaman.

    Kalau DP bersedia memfasilitasi, Pengurus Ranting akan dengan senang hati dan membuka diri untuk berdialog/berdiskusi seputar masalah ini.

    Salam hangat,
    Bid. Organisasi

  3. berkah dalem,nuwun sewu bade urun rembug
    ada dlm ks ditulis kalau biji gandum tak jatuh di tanah mk ia tetap sebiji,ttp bila jatuh ditanah mk ia akan tumbuh dan menghasilkan buah…kenapa kita tidak percaya dg tulisan itu?artinya kalau kita berani mengikuti struktur orgnss yg ada mk akan menghasilkan buah al dg mengikuti ranting yg ada dlm tiap kecmtan akan bisa menjalin hub kerja dan persaudaraan antar anggota yg berbeda paroki,sedangkan kalau kita tetap mengikuti “tradisi” kita sbg biji yg tidak berbuah yg hanya bisa bekerja sama dg anggta separoki sedangkan ibu separoki sudah punya wadah sendiri,aplagi lebih tidak mnguntungkan apabila cara “tradisi” diberlakukan cara baru juga oke kasian anggotanya.mk usulanya adalah mengapa kita tidak berani mengambil keputusan bijak agar pembaharuan yg baik menjadi penyegaran dan anggota menjadi lebih maju serta wawasan yg luas,trima kasih

  4. wkriungaran mengatakan:

    Sangat inspiratif!!!
    matur nuwun, bu. kami baru mulai menjalin hub dengan ranting tetangga terdekat, yaitu rant banyumanik, saat mengikuti salah satu kegiatan mereka menjelang idul fitri bl sept 09 lalu (baca : pasar murah wkri). dan kesannya baik sekali, sekaligus kami bisa belajar banyak. tidak mustahil nanti bisa ke rant yang lebih jauh, untuk saling berbagi. apakah usulan panjenengan ini bisa ditindak-lanjuti? matur nuwun & berkah dalem.

  5. jadi maksud urun rembug saya sebetulnya sehubungan dg tulisan sdri budi siswi yg mengingatkan ttg struktur organisasi yg seharusnya sesuai ANGGARAN DASAR babvi ps10 .kita seharusnya berani menetapkan dg struktur yg benar secara tegas sebab ada prubahan ttp kita sbg anggota/pengurus tidak berani berubah apa arti perubahan,dan perubahan itu tidak secara “drastis”krn ketetapan itu sudah disampaikan sebelum th2000 lalu kapan ketetapan yg dibuat itu akan dijalankan kalau tidak ada keberanian utk berubah,sekali lagi kapan?

  6. wkriungaran mengatakan:

    terima kasih, bu.
    rekan-rekan lain, ada yang ingin menanggapi?

  7. Viorel mengatakan:

    menarik sekali tampaknya bicara ttg struktur organisasi.. (apalagi ttg WKRI)
    sadar bahwa struktur tentunya dibuat berdasarkan kesepakatan2 yang matang dan penuh perjuangan… maka kembalilah bahwa karena organisasi itu bukan barang mati… artinya selalu berproses karena organisasi tersebut terdiri dari pribadi2 yang terus berproses.. maka tidaklah mungkin proses itupun akan berhenti. Perubahan akan selalu terjadi di luar sana.. dan bagaimana kita menyikapinya tentunya itu adalah hakikat setiap orang untuk ikut dan mengikuti perubahan tersebut… (bingung dengan tulisan ini.. terima kasih itu artinya kita sedang berproses untuk menjadi tahu..) Intinya adalah jangan takut berubah.. dan bersiap-sedialah kita untuk diubah dan berubah… sukses buat WKRI Rant Ungaran..

  8. wkriungaran mengatakan:

    terimakasih banyak atas inputnya. sungguh inspiratif. kami khususnya di ranting ungaran juga sedang banyak mengalami gejolak karena “perubahan” itu. sangat setuju, organisasi terdiri dari pribadi2 yang berbeda satu dari yang lain, sehingga perubahan pun disikapi secara berbeda-beda. ada yang menolak (resist), ada yang bisa cepat beradaptasi, ada yang ragu2, ada yang “ikut suara terbanyak” (karena tak punya prinsip), dll. kami melihat indahnya ‘perbedaan’ dalam menyikapi perubahan tersebut. semoga kami tetap teguh dan setia dalam perbedaan dan perubahan. tuhan memberkati anda!

  9. Sofia mengatakan:

    Nama saya Sofia, dari Sragen – Jawa Tengah. Saya ingin menolong ibu saya untuk mencari keberadaan Ibu MA Paul Driyatmoko. Apakah ada diantara forum ini yang tahu? Kalau ada yang tahu mohon kirim email ke saya sofie_sulaiman.2011@yahoo.com atau telephone ke 0271-891738. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: